Blog

Pengertian Pameran

Posted On January 14, 2017 at 8:48 am by / No Comments

Pengertian Pameran dapat diartikan sebagai penyajian visual dengan benda-benda dua dan tiga dimensi, dengan tujuan menyampaikan ide atau informasi kepada banyak orang (Sulaiman,1988). Pameran merupakan suatu bentuk usaha yang memperlihatkan secara sistematis model, contoh, barang sesungguhnya, peta atau gambar pada suatu tempat tertentu dalam suatu urutan tertentu untuk menumbuhkan perhatian pengunjung. Dengan demikian, hampir segala jenis media dapat ditampilkan dalam pameran.

Pameran merupakan suatu bentuk dalam usaha jasa pertemuan. Yang mempertemukan antara produsen dan pembeli namun Pengertian Pameran lebih jauh adalah suatu kegiatan promosi yang dilakukan oleh suatu produsen, kelompok, organisasi, perkumpulan tertentu dalam bentuk menampilkan display produk kepada calon relasi atau pembeli. Adapun macam pameran itu adalah : show, exhibition, expo, pekan raya, fair, bazaar, pasar murah.

Untuk memanfaatkan rasa antusias masyarakat untuk berkunjung, maka acara tersebut harus dibuat sedemikian rupa agar masyarakat lebih tertarik pada objek yang dipamerkan. Dengan demikian pelaksanaan pameran perlu direncanakan dengan matang serta perlu diperhatikan media apa saja yang kira-kira akan menarik minat perhatian orang banyak yang akan disajikan dalam acara tersebut.

Untuk menghasilkan suatu pameran yang baik diperlukan persiapan yang matang. Persiapan pameran dilakukan oleh para penyelenggara pameran secara tersusun dengan tahap-tahap sebagai berikut:

  1. Menentukan tujuan diselenggarakannya pameran.
  2. Menenentukan tema pameran.
  3. Membuat rencana materi yang akan dipamerkan.
  4. Mengundang instansi, lembaga, organisasi profesi dan swasta untuk menjadi peserta pameran, berdasarkan rencana yang telah dibuat.
  5. Mempersiapkan area pameran yang memadai berdasarkan jumlah peserta yang mengikuti pameran.
  6. Menyiapkan juru penerang yang benar-benar menguasai materi.
  7. Mengumumkan adanya pameran tersebut di tempat-tempat tertentu agar diketahui oleh masyarakat banyak, misalnya dengan penempelan poster, spanduk, atau pemanfaatan media massa lain.
  8. Mempersiapkan pemantauan dan evaluasi penyelenggaraan pameran.

Pada dasarnya jenis media apapun dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu penyelenggaraan acara. Namun demikian, pemakaiannya harus disesuaikan dengan tujuan pameran itu sendiri yaitu menarik minat dan perhatian serta menggugah hati sasaran. Mengingat pameran memiliki sifat memperlihatkan sesuatu, maka sebaiknya media yang digunakan adalah berupa media visual, walaupun tidak menutup kemungkinan dipakainya media audio visual.

Dalam penyelenggaraan pameran, media yang biasa dipergunakan adalah:

  1. Media visual dua dimensi pada bidang yang tidak transparan. Termasuk dalam kelompok ini adalah gambar, peta, grafik, bagan, foto dan poster. Berbagai macam papan seperti papan tulis, papan flanel, papan magnet atau papan peragaan merupakan media statis yang dapat dijadikan tempat dipasangnya media visual dua dimensi tersebut.
  2. Media visual tiga dimensi. Contoh dari kelompok ini adalah benda asli, model, barang contoh atau spesimen, mock-up atau alat tiruan sederhana, diorama, bak pasir dan lain-lain.

Penggunaan kedua kelompok media di atas sangat baik untuk pelaksanaan pameran, karena media tersebut dapat digunakan tanpa bantuan penjelasan oleh juru penerang. Juru penerang hanya menjelaskan hal-hal yang kurang dimengerti pengunjung.

Di samping penggunaan media visual, media audiovisual dapat dimanfaatkan dalam upaya menghidupkan suasana pameran. Misalnya dengan menampilkan film pendidikan tentang cara pembibitan jamur merang, atau menampilkan penjelasan interaktif yang diprogram dan dioperasikan melalui komputer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *